Jenazahpun dioprasi Palstik
Bumi kian tua, makin aneh” pula ulah penghuninya. Termasuk yang satu ini, ingin tampil mempesona sa’at terbujur dipeti mati. Walhasil, perusahaan pemakaman pun ketambahan pekerjaan ekstra, mempermak jenazah sedemikian rupa. Kalau bisa, terlihat lebih muda dan cantik dibandingkan semasa hidup.
“ semua telah berubah. Kini, orang” ingin sesuatu yang untuk dikenang (meski sudah meninggal). Jadi harus tampak bagus. Bahkan ada pelanggan yang (semasa hidup) berpesan “tolong samarkan keriputku dan bikin aku tampak lebih muda.” – Mark Duffey, CEO perusahaan pemekaman Everest Funeral, to MUSBC –
“Ada yang minta dadanya dikencangkan ketika meninggal, atau menghilangkan keriput dikulit. Kedengarannya konyol, tapi itulah cara orang tampil “menawan” dipeti mati..” –David Temrowski, pemilik temrowski & Sons Funeral Home at Waren –
Permintaan yang beragam itu tidak mampu diatasi lagi dengan cara konvensional. –Mungkin karena saking banyaknya dan mintanya yang aneh”
— karena itu, jika teknik make up sudah tak mampu mengatasi, teknik yang biasa disebut dengan oprasi plastic ringanpun terkadang diperlukan.
“Paling tidak materialnya sama. Kami menyuntikkan pengisi moskular kebibir, hidung, pipi, atas alis, dagu dan tangan. Konsepnya tak beda dengan botox. –John Vigiante, pemilik cabang Funeral Home—
Biasanya, pekerja jasa pelayanan kematian hanya memoles wajah jenazah agar terlihat cerah dan damai. Menyamarkan usia, penyakit dan trauma si mayat jelang kematian. Mereka menggunakan teknis dandan biasa seperti pembalseman, lilin, pengisi moskular, menjahit daging atau menggunakan lem super pada kasus patah tulang.
Para pekerja pelayanan kematian tak bisa bekerja serampangan. Mereka harus mengikuti kemauan keluarga jenazah. Biasanya diberi sebuah foto untuk dijadikan rujukan penampilan. Merekomendasikan model rambut, warna, kuku, dan make up.
“Saya membawa banyak keluarga sebagai penaata rambut, tukang cukur atau piñata rias untuk meyakinkan jenazah tadi tampak bagus” –Pan Vetter, Perencana Pemakaman—
Ada pelanggan yang datang membawa foto tahun 1951. Orang itu meminta “buatlah ibu saya tampak seperti ini.”
“Itu tak mungkin, saya hanya pengusaha jasa pemakaman, bukan tukang sulap. Tapi saya selalu katakan, akan saya beri yang terbaik.” –Steve Murillo, pemilik Hollywood Forever.—
Popularity: unranked [?]












